BERITA TERKINI DIKMEN

10 Agustus 2009

TOT MMTC YOGYA

Yogyakarta-Teknologi yang sangat pesat memaksa semua aspek untuk memanfaatkannya tak terkecuali di bidang pendidikan. Salah satunya adalah upaya Pemerintah Kalimantan Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Kal-Tim telah memanfaatkan perkembangan teknologi dengan mengadakan kegiatan TOT (Training of Trainer) bagi guru SMP dan SMA yang memiliki kemampuan di bidang presentasi. Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Kal-Tim bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Multi Media “Multi Media Training Center” (STMM “MMTC”) di Yogyakarta. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah ; (1) memberikan pengertian/pemahaman peserta terhadap fungsi multimedia dalam proses pembelajaran, (2) meningkatkan keterampilan dan keahlian peserta dalam pemanfaatan multimedia untuk pembelajaran, (3) menunjang upaya peningkatan efektivitas dan optimalisasi pemanfaatan sarana multimedia dalam proses pembelajaran.

Pada pendidikan dan latihan ini Dinas Pendidikan Kota Tarakan juga mengirimkan empat orang guru yaitu; (1) Anugraha, S.Pd. (SMPN 4) (2) Tri Endang K., S.Pd. (SMPN 1), (3) Hartati, S.Pd. (SMA N 2), (4) Adi Zulkifli, ST(SMAN 3). Tujuan akhir dari pelatihan ini para peserta yang mewakili kabupaten dan kota yang ada di wilayah Kalimantan Timur diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya di berbagai kesempatan dalam kegiatan pembelajaran.

30 Juli 2009

Pelatihan KTSP Kota Tarakan

Tarakan - Dalam rangka untuk menambah kemajuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tarakan.Dinas Pendidikan Khususnya Program Dikmen (Bp. Thajudin Noor S.Pd) sebagai pelaksana. di Gedung SMPN 1 Tarakan pada tanggal 29 ,30 dan 31 Julii 2009 mengadakan pelatihan KTSP.Setelah Pelatihan KTSP ini diharapkan pengetahuan Guru dalam menyusun Kurikulum di lingkungan guru Tarakan bertambah.Karena saking padatnya pelatihan-pelatihan yang di ikuti para guru maka penjadwalannya pun di sesuaikan dengan hari yang kosong.
Setelah pelatihan ini akan dilanjutkan dengan Pelatihan Pengembangan TIK sebagai media pembelajaran

27 Juli 2009

Tarakan-Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah berjalan sekitar dua tahun. Sejak diprogramkan pada 2008 lalu, seluruh sekolah mulai melaksanakannya. Untuk sekolah negeri, tidak ada kendala berarti dalam penyusunan KTSP ini. Berbeda dengan sekolah swasta, yang belum bisa menerapkan optimal KTSP di sekolahnya masing-masing.

Menurut Instruktur Nasional Sosialisasi KTSP Thajudin Noor S.Pd, pemahaman KTSP di sekolah swasta tidak hanya terbatas pada kepala sekolahnya saja. Tapi semua guru pun harus memahaminya. “Semua guru harus faham KTSP. Sebab kurikulum ini adalah kurikulum khas sekolah. Yang berbeda dengan kurikulum sekolah lain,” ungkapnya.

Pelatihannya dilaksanakan selama tiga hari dengan target masing-masing guru mampu membuat silabus atau rencana program pembelajaran (RPP).

Pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 25 sampai dengan 27 Juli 2009 di hotel dinasty daibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan .

Tujuan Pelatihan KTSP untuk meningkatkan Mutu Pendidikan di Kota Tarakan

30 Mei 2009

APAKAH ANDA LULUS !!

School Myspace Comments
HASIL DATA KELULUSAN KOTA TARAKAN


HASIL Kelulusan Ujian Nasional

Nama Sekolah

Jumlah Peserta

Lulus

Tdk Lulus

SMPN 1

292

291

1

SMPN 2

290

187

3

SMPN 3

176

175

1

SMPN 4

268

263

5

SMPN 5

168

167

1

SMPN 6

100

100

-

SMPN 7

227

223

4

SMPN 8

115

115

-

SMPN 9

118

118

-

SMPN 10

26

26

-

Muhammadiyah I

72

67

5

Muhammadiyah II

100

99

1

KUMI

53

51

2

Mulawarman

91

88

3

Katolik

69

69

-

Tunas Kasih

69

69

-


Peningkatan IMTAQ bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Tanggal 8 s.d 12 Juni 2009

Tarakan- Berdasarakan Perundangan dan peraturan yang berlaku mengamanatkan Pemerintah untuk senantiasa meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme guru, agar sebagai agen perubahan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Salah satu Peserta Perwakilan MA (Darwis S.Pd) Imtaq sangat efektif karena dinilai merupakan salah satu wahana yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, dengan alasan karena melalui proses pendidikan di sekolah peserta didik akan memperoleh bukan saja aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap. Dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan siswa melalui lembaga pendidikan sekolah,

Sedangkan Menurut Pandangan (Anugraha H,S.Pd) bahwa dari pembahasan dan penjelasan Pelatihan menemukan adanya kesamaan persepsi pada para siswa khususnya tema seks bebas bahwa seks bebas itu berbahaya dilihat dari sudut kesehatan ataupun budaya. Persepsi ini memunculkan adanya kesadaran akan bahaya seks bebas sekaligus kesadaran bahwa hal-hal yang menuju ke arah seks bebas berkembang di sekitarnya bahkan begitu mudahnya mereka mendapatkan materi-materi itu. Pada tataran realitas dapat dikatakan bahwa seks bebas itu ada di sekitar kita, dan kita tidak perlu menafikannya. Kondisi yang bertentangan tersebut akan menimbulkan adanya konflik moral individu. Itulah sebabnya mengapa banyak diantara mereka terjebak ke dalam pornografi. (Mahfud Bachanan S.Pd) berkomentar bahwa konflik moral individu tersebut jika tidak ada penanganan yang tepat akan menimbulkan konflik moral massa. Dengan demikian para siswa akan terarah pada suatu realitas bahwa hidup adalah pilihan, tinggal bagaimana mereka menyikapinya khususnya terhadap seks bebas, tentu dengan segala konsekuensi-konsekuensi atas pemilihan cara pandang, sikap dan tindakannya tersebut. Ada atau tidak ada keharusan mengaitkan mata pelajaran dengan imtaq, fungsi guru sehubungan dengan hal tersebut adalah memberi ruang yang sangat mungkin menimbulkan kesadaran moral bagi para siswanya guna memberikan pijakan dan arah bagi kehidupan para siswa itu sendiri sekarang dan masa depan yang dalam bahasa agama adalah li'ila-i-kalimaatillah, menegakkan hukum Tuhan di muka bumi.


29 April 2009

UN SMP Diikuti 2.442 Siswa

Diawasi Pengawas Lintas Sekolah dan Tim Pengawas Independen
TARAKAN – Lebih dari 3,5 juta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) seluruh Indonesia, mulai hari ini (27/4) mengikuti rangkaian Ujian Nasional (UN).

Di Tarakan, UN diikuti sekitar 2.442 siswa dari 20 sekolah yang terbagi atas 10 SMP negeri dan sisanya SMP swasta.

Peserta di tiap ruangan maksimal 20 peserta dalam satu ruangan dimana satu ruangan ujian sebanyak 2 orang pengawas lintas sekolah ditambah 1 tim pengawas independen (TPI) dari Universitas Borneo (UB). Para siswa SMP akan mengikuti UN untuk empat mata pelajaran dalam empat hari, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Di MTs Negeri Tarakan sebanyak 77 siswa yang mengikuti UN. Namun ada dua siswa tidak mengikuti ujian hari ini. Pasalnya kedua siswa tersebut telah mengundurkan diri sejak awal semester dua yang lalu lantaran kemauan siswa itu sendiri yang tidak ada motivasi bersekolah.

“Yang terdata siswa kelas tiga ada 77 siswa tapi karena dua siswa mengundurkan diri, hanya 75 siswa saja yang mengikuti UN.

Ketidakhadiran siswa tersebut sudah diupayakan pihak sekolah agar mereka mempertahankan diri hingga akhir ujian ini, namun ternyata siswanya sendiri yang sudah tak mau lagi mengikuti pelajaran sampai ujian tiba.